Memperingati Hari Teater Dunia, ProstitusiSuara mengadakan acara di Perpustakaan Kabupaten Mojokerto pada tanggal 18 April 2015. Sejak pagi, kawan-kawan sibuk loading panggung dan beragam trouble muncul dalam proses loading panggung tersebut, petugas perpustakaan tidak memperkenankan kami untuk menancapkan paku di langit-langit karena ditakutkan akan merusak. Padahal paku yang hendak ditancapkan tersebut akan difungsikan untuk memasang backdrop, side wing dan lampu. Akhirnya, kami memasang kain-kain untuk panggung hanya menggunakan lakban, berdasarkan saran dari petugas perpustakaan.
Acara yang rencananya dimulai pukul 15.00 terpaksa molor karena beragam trouble. Tapi untungnya bukan kami sendiri yang molor, namun kehadiran penonton ternyata molor juga. Sehingga acara kami bisa terselamatkan dan acara baru benar-benar dimulai pukul 17.00 WIB.
Acara tersebut diadakan dengan tujuan merefleksikan seni tradisi, menghadirkannya kembali dengan nafas modernisasi sehingga dinamakan acara tersebut, "Samsara" bahasa Sansekerta yang berarti lahir kembali. Seni tradisi dimunculkan lagi dan menyerap perkembangan zaman.
Pada acara tersebut turut menghadirkan Teater Bintang SMAN 1 Mojosari, Paguyuban Seni Tradisi Putra Jaya, Sanggar KAJ, dan juga Teater Rantau dari FIB UGM. Semuanya meramaikan acara tersebut dengan maksimal, persaudaraan ProstitusiSuara Mojokerto, Solo dan Yogya kini bisa dikatakan utuh karena kami benar-benar lahir kembali dengan semangat baru bagi generasi kami.
Semoga makin sukses kedepannya dan tetap rekat persahabatan kita.
#ProstitusiSuara
"Bicara Apa Adanya"
0 komentar:
Posting Komentar