Barisan berjajar disiapkan
Bernyanyi lagu semangat dengan lantang
Muka hitam jadi merah
Muka putih jadi hitam
Dipimpin oleh komandan
Barisan berjalan tegap menuju
Ruang gelap
Bermacam sumirat cahaya jadi cobaan
Hidup hitam, gelap dan muram adalah tujuan
Langkah mereka dipimpin oleh jiwa pengecut
Tidak boleh ada yang menularkan keberanian
Komandan dengan sangat arif dan bijak
Membunuh, menerkam dan menimbun
Segala rasa cinta dihati pasukannya
Kebengisan adalah jalan hidup
Cinta cuma suatu hipotesa
Yang dapat menyatukan semua pasukan adalah
Dendam dan iri hati
Kebencian serta kemunkaran
Jiwa-jiwa yang masih simpati pada hati
Diberangus habis
Jiwa-jiwa yang masih berhati
Tidak lain adalah jiwa yang lemah
Renta, tua dan berisi entut
Jiwa-jiwa harus memiliki rasa keji
Kebinatangan adalah sifat absolut
Kemanusiaan cuma impian
Yang bahkan tak akan pernah bisa merubah suatu sistem kehidupan
Pasukan bangsat berjalan makin dekat pada tujuan
Keringat busuk tercium dari kejauhan
Berkata komandan dengan nada keras memberi semangat
"Dunia ini harus dipimpin Dajjal !!!"
Seluruh pasukan serentak mengiyakan
"Dunia ini harus berasap hitam kejahatan !!!"
Seluruh pasukan tambah semangat mengiyakan
"Dunia ini harus menjadi singgasana iblis !!!"
Seluruh pasukan berlonjak mengepal tangan
Lalu beberapa orang di pasukan saling bicara
"Bukankah dalam pasukan ini dilarang ada rasa cinta?!"
Seorang lagi menjawab
"Iya, memangnya kenapa?!"
Yang awal bertanya, bicara
"Komandan mengkianati kita!"
Yang lain menimpali
"Tidak mungkin, apa yang komandan perbuat?!"
"Dia larang kita memiliki rasa cinta, tapi dia sendiri dengan begitu lantang dan jelas mengagungkan kejahatan, Dajjal dan iblis. Dengan kata lain komandan masih menyemai cinta di hati, cinta pada rasa bengis, dendam, iri hati dan kebencian !!!"
Yogyakarta, 01 Okt 2015
0 komentar:
Posting Komentar