Rabu, 30 September 2015

NISBAT ?

Palung itu perlahan kumasuki
Gelap, dalam, hitam
Tak semudah tengadah tangan
Jiwaku ngilu
Sukmaku nyeri
Akalku putus

Hatiku, diam

Dasar tak kunjung ketemu
Cukup kubangun dia dengan metafora
Atau kalau belum.memadai
Kuimpikan selamanya

Kalaulah harus ngambang
Tanpa putusan, apa bedanya dengan kehampaan

Palung belum kutemu dasarnya

Aku butuh Dia secara imanen
Menjauh dan tak dapat kurengkuh cuma ujung kosong transenden
Tapi sifatNya yang jauh, membuatku yang harus susah payah dekat padaNya

Selama satu tahun lamanya
Tubuhku terantuk dasar palung
Cahaya palsu jadi isi
Harapan semu disekitar dindingnya

Serombongan sripah antar mayat
Diikuti kawanku yang jatuh lebih dulu
Ku kejar

Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wanimannasir

Mereka hilang di satu sudut payung
Hilangnya pada suatu pertigaan
Pilihanku tegas, kuambil jalan lurus
Pada ujung jalan lurus kulihat...
Segerombol orang
Kukira mengantar kematian
Ternyata sebuah pernikahan

Dari satu arah lain
Datang segerombol pengantar mayit
Pengantar kawinan mengalah
Kawanku terbagi di keduanya

Aku harus pergj, bangun secepatnya

Yogyakarta, 01 Okt 2015


0 komentar:

Posting Komentar