Zirah miliknya koyak
Pengkhianatan dan dusta penyebabnya
Kini ia berjalan gontai
Sepi sunyi membanjiri
Kemanapun pergi, pedangnya sudah bisa dibilang tak mampu melindungi
Apalagi darah makin tumpah
Meresap ke tanah
Berharap bisa menumbuhkan generasi yang lebih gagah
Pengelana terseok
Entah karena usia atau apa
Semangatnya terbakar resah gelisah
Di ujung, cahaya menggeliat
Menyingkap lembah duka
Sang pengelana mengira dirinya mati
Cahaya surga pikirnya
Ia lari sekencang-kencangnya
Melesat lebat tanpa suara
Ketika tiba
Cahaya itu hanyalah seorang wanita
Yang sedang bercinta dengan dirinya sendiri tanpa apapun perantara.
Yogyakarta, 01 Januari 2016
0 komentar:
Posting Komentar