Senin, 29 Juni 2015

SOWAN KESENIAN 1 BERSAMA PAK NANANG PELUKIS ASAL MOJOSARI MOJOKERTO

Ide untuk menggarap pameran seni rupa pada bulan Agustus 2015 yang dicetuskan oleh Fuad Nuriyanto ternyata bukan isapan jempol belaka. Hal ini dibuktikan dengan pergerakan kawan-kawan yang telah berhasil menggaet beberapa nama pelukis di wilayah Mojosari, antara lain Pak Agus dan Pak Nanang. Ada lagi satu nama yang sampai saat ini masih diusahakan yaitu Pak Tjip.

Acara pameran seni rupa tersebut rencananya akan diadakan di GOR Kusuma Bangsa dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Untuk kematangan konsep, bentuk dan sistematika acara, kawan-kawan secara intens mengadakan 'urun rembug' dengan para pelukis yang dilibatkan. Namun kali ini, kawan-kawan menjajaki fase 'meguru disambi mlaku', nama-nama yang telah disebutkan tadi 'ditodong' ide-idenya.

Tepat di tanggal 29 Juni 2015, kawan-kawan sepakat untuk sowan ke Pak Nanang, seorang pelukis sekaligus pengajar di beberapa sekolah dasar. Mulai dari pukul 21.00-23.30, 'urun rembug' berlangsung antara kawan-kawan dengan Pak Nanang. Namun sayangnya Pak Nanang salah sangka terhadap kawan-kawan, dikira yang sowan hanya dua orang, kenyataannya ada sembilan orang yang sowan. Bukan masalah besar sebenarnya, tapi hal itu cukup membuat Pak Nanang kalang kabut menyiapkan 'suguhan' saat kawan-kawan datang. Mungkin lain kali, kita harus mencantumkan jumlah personil saat mengunjungj seseorang dalam rangka sowan.

'Rembugan' dimulai, kami menjelaskan tema dari pameran seni rupa. Sayangnya, respon beliau kurang begitu sreg dengan tema yang kami tawarkan. Beliau menuntut agar tema yang kami bawa lebih dipadatkan. Adapun tema yang kani ajukan ialah"Peran seni rupa bagi wajah kemerdekaan", beliau mengkritisi bahwa tema harus dibuat semenarik mungkin. Begitu juga dengan konsep acara, bentuk acara dan susunan acara agar memiliki daya tarik bagi masyarakat. Jujur saya, dalam hal persiapan ide, konsep, bentuk dan susunan acara belum kami rembug secara menyeluruh dan mendetail, sehingga yang kami sampaikan pada Pak Nanang hanyalah poin-poin utama.

Mengetahui bahwa belum dipersiapkannya konsep dll-nya, maka kami mencoba berdialog mengenai konvensi-konvensi dalam pameran seni rupa. Beliau menjelaskan tentang 'display' lukisan atau karya-karya seni rupa yang lain. Pen-display-an, menurut Pak Nanang harus mempersiapkan partisi-partisi yang diperlukan. Antara lain, sketsel, hollowpic, dan pigura jika perlu. Display yang dimaksudkan juga termasuk didalamya dekorasi tempat, penataan-penataan, alur pengunjung dsb. Sebab fungsi dari display menurut Pak Nanang ialah untuk membangun aura, memunculkan energi lain yang apabila seseoranf memasuki lokasi pameran ia merasa tengah berada di alam lain. Beliau juga menekankan pada keamanan, baik keamanan karya maupun lokasi. Hal yang paling sensitif dan bersinggungan dengan perasaan para pelukis adalah keamanan karya. Sedangkan keamanan lokasi adalah wujud salah satu fasilitas yang diberikan pada pengunjung. Tak lupa, Pak Nanang mengingatkan agar dalam ruang pameran, diputar instrument musik agar semakin menambah suasana yang sesuai dengan keinginan dan juga segaris dengan tema lukisan atau karya-karya yang ada. Secara keseluruhan, kami lebih banyak bicara tentang teknis pelaksanaan pameran. Sebab secara internal, kami menyimpan beberapa ide utama yang tak boleh disampaikan agar tetap ada identitas kami, semangat kami pada acara pameran nantinya. Sebagai catatan, Pak Nanang mengatakan"Arek enom iku kudu nakal !", begitulah respon Pak Nanang yang secara garis besar sangat mendukung acara pameran kami, bahkan beliau menawarkan keikutsertaan para komunitas mobil VW untuk ikut pameran. Sebab Pak Nanang telah menangkap maksud kami yang berupa memunculkan cita rasa Mojosari Tempoe Doeloe.

Terimakasih kami ucapkan pada Pak Nanang yang telah bersedia diganggu. Pelajaran baru telah kami dapat, ilmu yang telah terhampar dihadapan kami, semoga bisa bermanfaat. Tetap ikuti catatan harian Prosa yang akan membagi ilmu pada anda sekalian, sepulang dari, "Sowan Kesenian".

0 komentar:

Posting Komentar