Sepasang merpati
Duduk di gugusan awan
Tajam dan menyibak awan mereka memandang
Bersama-sama mereka berangkat tadi pagi
Di tuntun oleh matahari
Kelelahan terbayar
Cakrawala hidup terbentang
Biru diselingi awan putih
Setiap mereka memandang ke bawah
Rindang hutan menghalau kejenuhan
Matahari geser ke barat
Mendung hitam datang dengan cepat dari selatan
Merpati jantan memperingatkan
Dia menjadi pembuka jalan bagi merpati betina
Mendung hitam jadi peluru
Tiap tetes air-nya, mampu melobangi awan tebal berwarna putih
Kedua merpati menukik tajam turun ke tanah
Merpati pria melingkupkan sayapnya pada merpati betina
Dera air hujan menghujam tubuh mereka
Kepala merpati jantan mulai pening, pandangannya jadi kabur karena hujan
Hewan-hewan lain menatap takjub
Perjuangan sepasang merpati untuk pulang di tengah deras hujan menggugah kesadaran
Mereka tak ada apa-apanya
Ikatan percintaan mereka tak seperti sepasang merpati yang sedang menikmati kesejatiaan asmara
Merpati jantan tak sanggup lagi
Sayapnya terasa berat sebab melawan angin
Merpati betina berusaha menggantikan posisinya
Namun tenaga tekad merpati jantan tak sanggup ia lawan
Mendung hitam membawa badai
Tombak-tombak air menyamarkan air mata sepasang merpati itu
Mereka berdua lelah
Tenaga mereka terkuras
Mendung hitam seperti dikipas Tuhan
Menghilang perlahan
Matahari yang condong ke barat
Mendesak mendung hitam dengan cahayanya
Kedua merpati sudah tak sadarkan diri
Ketika mereka jatuh
Mereka di kelilingi oleh pelangi
Yogyakarta, 29 November 2015
0 komentar:
Posting Komentar