Setahun perjalanan usia seolah-olah tak ada yang istimewa. Masih dengan perjuangan, masih dengan kelelahan, dan masih dengan rasa ragu dan takut. Dalam hal ini, perjuangan yang menghasilkan kelelahan malah harus terpentok pada beragam aturan, hukum, regulasi dan bahkan norma. Dari kesemua hambatan itu, perjalanan selama setahun ini belum punya identitas yang asli, belum punya satu hal yang dianggap ciri khas. Kalaupun ada, hanya sebatas anggapan-anggapan dari orang dalam sendiri. Ketika bertanya pada orang-orang luar, kebanyakan sama sekali tidak mengerti, seperti apa sebenarnya Prostitusi Suara.
Selama setahun juga senantiasa dipenuhi rasa pesimis, apakah bisa ada untuk waktu yang lama Prostitusi Suara? Belumlagi ditambah dengan cara jalan yang selalu menunggu terang. Bukan berpikir dan bertindak untuk mencari penerangan malah menunggu terbit matahari di esok hari. Inilah yang jadi persoalan utama, ketika cara berjalan pun tiap kali harus mengulang cara jatuh yang sama.
Dalam waktu setahun, memang ada beberapa pencapaian. Tentang beberapa hal yang sebenarnya sudah ada yang meraih, tapi menurut orang dalam, kitalah yang baru pertama kali melakoni. Keterbukaan adalah hal penting, selama waktu muda, kita biarkan saja ratusan orang mengintervasi kita. Toh, suatu saat itu akan menimbulkan suatu candu bagi orang-orang yang mengintervesi.
Namun dalam waktu setahun ada beragam harapan dan doa. Yang jelas, untuk saat ini, KITA BELUM ISTIMEWA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA
Yogyakarta, 13 November 2015

0 komentar:
Posting Komentar